Nama saya Putri Lerina, seorang mahasiswa Strata 1 (S1) di IKOPIN University dengan program studi Manajemen. Menempuh pendidikan tinggi merupakan salah satu langkah terbesar dalam hidup saya, karena melalui dunia perkuliahan saya belajar untuk mengenali diri sendiri, mengasah kemampuan akademik, serta memahami arah hidup yang ingin saya capai di masa depan. Memilih prodi Manajemen bukanlah keputusan yang datang secara tiba-tiba; saya memilihnya karena bidang ini membuka peluang yang sangat luas dan relevan dengan perkembangan dunia kerja saat ini. Manajemen mengajarkan bagaimana mengatur sumber daya, memecahkan masalah, bekerja dengan orang lain, serta mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab. Semua hal itu adalah bekal penting yang ingin saya pelajari lebih dalam.
Sebagai mahasiswa, saya menyadari bahwa proses belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas atau saat mengerjakan tugas. Perkuliahan adalah perjalanan panjang yang memengaruhi cara saya berpikir, bersikap, dan merencanakan masa depan. Saya belajar bagaimana mengatur waktu, menetapkan prioritas, dan bertanggung jawab atas pilihan yang saya buat. Di kampus, saya memang tidak mengikuti organisasi karena saya lebih memilih fokus pada hal-hal yang ingin saya tekuni secara personal, terutama bidang olahraga dan pengembangan diri. Bagi saya, setiap orang punya jalannya masing-masing untuk berkembang, dan saya memilih jalur yang paling sesuai dengan karakter serta minat saya.
Di luar kegiatan akademik, olahraga menjadi bagian penting dalam hidup saya. Saya memiliki minat yang besar terhadap beberapa cabang olahraga seperti tennis, padel, berkuda, dan lari. Olahraga bukan hanya aktivitas fisik bagi saya, melainkan ruang untuk berlatih disiplin, fokus, ketahanan mental, serta kemampuan mengatur diri. Setiap jenis olahraga memberi saya pelajaran yang berbeda, dan semuanya berpengaruh terhadap cara saya menjalani kehidupan sehari-hari maupun perkuliahan.
Tennis, misalnya, adalah olahraga yang membutuhkan konsentrasi tinggi, kecepatan berpikir, ketepatan gerak, serta kemampuan membaca situasi. Saat bermain tennis, saya belajar bahwa keputusan kecil dapat menentukan arah permainan. Kesalahan sekecil apa pun bisa mengubah jalannya pertandingan, sehingga diperlukan ketenangan dan kemampuan mengendalikan emosi. Hal ini sangat relevan dengan kehidupan akademik, di mana saya harus mampu mengambil keputusan dengan logis, mempertimbangkan berbagai kemungkinan, serta tetap fokus meskipun menghadapi tekanan. Tennis juga melatih saya untuk tidak mudah menyerah karena setiap pertandingan mengajarkan bahwa usaha dan latihan yang konsisten akan selalu memberikan hasil.
Selain tennis, saya juga menyukai olahraga padel, yang dalam beberapa tahun terakhir semakin populer. Padel memiliki keunikan tersendiri karena menggabungkan unsur tenis dan squash, menjadikannya cepat, dinamis, dan sangat menyenangkan. Salah satu hal yang membuat saya menyukai padel adalah aspek kerja samanya. Padel umumnya dimainkan berpasangan sehingga komunikasi, pemahaman terhadap ritme teman bermain, serta kepercayaan satu sama lain menjadi hal yang sangat penting. Dari padel, saya belajar bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada kemampuan bekerja sebagai tim. Pengalaman ini membantu saya saat mengerjakan tugas kelompok dalam perkuliahan, di mana komunikasi dan koordinasi menjadi kunci untuk menghasilkan hasil terbaik.
Olahraga lain yang saya tekuni adalah berkuda. Banyak orang mengira bahwa berkuda hanya soal menunggang dan mengendalikan kuda, padahal kenyataannya jauh lebih dalam. Berkuda mengajarkan saya tentang kedekatan antara manusia dan hewan, bagaimana membangun rasa percaya, serta bagaimana menjaga emosi diri sendiri. Kuda adalah hewan yang sensitif; mereka dapat merasakan ketegangan atau ketakutan penunggangnya. Karena itu, seseorang yang ingin mengendarai kuda dengan baik harus memiliki keseimbangan emosi, ketenangan, dan rasa percaya diri. Pengalaman ini membuat saya belajar mengendalikan diri dalam berbagai situasi, terutama saat menghadapi tekanan akademik atau tuntutan tugas yang banyak. Berkuda juga mengajarkan saya kesabaran, karena kemampuan ini tidak bisa diperoleh secara instan. Butuh waktu, latihan, dan pengulangan sebelum seseorang bisa benar-benar mengenal kudanya.
Selain ketiga olahraga tersebut, saya juga sangat menyukai lari. Bagi saya, lari adalah aktivitas yang paling sederhana namun paling bermakna. Saat berlari, saya dapat merasakan kebebasan, ketenangan, dan kesempatan untuk berpikir lebih jernih. Lari membantu saya mengatur pernapasan, meningkatkan stamina, dan mengelola stres. Di sela aktivitas kuliah yang padat, lari menjadi kegiatan yang membuat pikiran saya kembali segar. Saya merasa lebih produktif setelah berlari karena tubuh terasa lebih ringan dan pikiran lebih fokus. Olahraga ini juga mengajarkan bahwa proses mencapai tujuan dilakukan langkah demi langkah. Tidak harus cepat, yang penting konsisten dan terus bergerak maju. Prinsip ini saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menyelesaikan tugas kuliah.
Ketertarikan saya pada olahraga sebenarnya sangat berkaitan dengan prinsip hidup yang saya pegang. Saya percaya bahwa kedisiplinan, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar adalah fondasi dari perkembangan diri. Olahraga membantu saya membentuk karakter tersebut karena setiap latihan adalah proses untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Selain itu, olahraga membuat saya lebih mengenal batas kemampuan diri dan bagaimana mendorong diri melewati batas itu secara sehat. Hal ini kemudian memberikan pengaruh positif pada cara saya belajar, bekerja, dan berinteraksi dengan orang lain.
Dalam perkuliahan, saya berusaha menjadi mahasiswa yang bertanggung jawab dan mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh. Saya selalu berusaha memahami materi, bukan sekadar menghafal. Bidang manajemen menuntut kemampuan berpikir kritis dan analitis, sehingga saya terbiasa membaca berbagai sumber, mempelajari kasus-kasus nyata, dan mencoba menghubungkannya dengan teori yang diberikan dosen. Saya juga belajar bagaimana membuat presentasi yang baik, bekerja dalam kelompok, dan menyampaikan pendapat dengan jelas. Semua pengalaman ini sangat membantu saya dalam meningkatkan kemampuan komunikasi serta percaya diri.
Saya juga percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan nilai yang baik, tetapi tentang proses pembentukan karakter. Perkuliahan mengajarkan saya bagaimana menghadapi tekanan, bagaimana mengatur waktu antara kuliah dan kegiatan pribadi, serta bagaimana tetap konsisten meskipun menghadapi kesulitan. Saya belajar menerima kritik dengan lapang dada karena saya tahu bahwa kritik adalah bagian dari proses memperbaiki diri. Saya percaya bahwa setiap pengalaman, baik yang menyenangkan maupun yang sulit, memiliki pelajaran yang bermanfaat.
Sebagai mahasiswa, saya tentu memiliki harapan dan tujuan yang ingin dicapai. Saya berharap ilmu yang saya pelajari di IKOPIN University dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja di masa depan. Saya ingin menjadi seseorang yang profesional, kompeten, dan mampu memberikan kontribusi nyata. Saya tertarik untuk mendalami bidang manajemen pemasaran atau manajemen sumber daya manusia karena kedua bidang ini berkaitan langsung dengan interaksi manusia dan pengembangan strategi. Namun, saya tetap membuka diri terhadap peluang lain yang mungkin muncul di perjalanan saya nanti.
Saya percaya bahwa masa depan dibentuk oleh langkah-langkah kecil yang dilakukan hari ini. Karena itu, saya berusaha menjalani setiap hari kuliah dengan sebaik mungkin dan terus mengembangkan diri. Dengan keseimbangan antara akademik dan olahraga, saya merasa hidup saya berjalan lebih teratur dan menyenangkan. Olahraga menjaga saya tetap sehat dan bersemangat, sementara perkuliahan memberikan arah dan tujuan yang lebih jelas.